Kamis, 20 Maret 2008

Selamat Datang Belahan Jiwa


Alhamdulillah telah lahir putra pertama kami, Maret 2008 di RSIA Tambak Manggarai dengan panjang 50cm berat 3710gram. Baru bisa ngabarin di internet karena ibunya juga baru agak pulih dan koneksi di internet memang susaaaaaaaah buanget dari kontrakan kito :D

Cerita tentang lahirnya menyusul ya..

Reni juga mengucapkan Barakallah atas lahirnya putri pertama uni Riry di Houston, putri pertama uni Yuana di NZ dan putra kedua Dianti (Bunda Majid) di Eindhoven. Mohon maaf belum bisa melakukan kunjungan2 via Multiply maupun email. Internetannya susah banget, insyaAllah nanti kunjung mengunjungi lagi setelah cuti :)

Abah dan Bunda mengucapkan terimakasih sebesar besarnya atas dukungan teman-teman, sahabat dan rekan-rekan baik yang telah datang berkunjung, lewat sms, telpon maupun media lainnya. Doakan yaa semoga jadi anak yang sholeh ya, mencintai Quran dan selalu menjadi matahari (raditya) Abah dan Bunda :)

Selamat datang Radityaku... matahariku...

Jumat, 08 Februari 2008

Sekilas Buku Sang Pemimpi


Buku ini paling saya sukai diantara tetralogi Laskar Pelangi lainnya (saya belum baca Maryamah Karpov). Penuh analogi berupa deskripsi-deskripsi yang begitu menggigit dan cerdas.

Sosok Arai begitu lengket di hati. Anak kampung yang miskin dan penuh pengalaman masa kecil yang pahit, namun punya semangat dan keyakinan yang kuat untuk sukses dalam hidup. Seperti tak mengenal kata 'putus asa' dalam hidup. Dalam beberapa kesempatan, saya merasa malu dengan kobar semangat yang dia miliki. Sekaligus merasa terpacu untuk makin optimis dalam hidup.

 Bagian paling menyentuh ketika Ikal turun drastis prestasinya, sang ayah tetap datang ke sekolah, mengayuh sepeda sekian belas kilometer, menyiapkan satu2nya baju terbaik dari malam sebelumnya, cuti dari pekerjaannya sebagai buruh dan dengan senyum dan sikap yang sama menepuk2 bahu anaknya dengan sorot mata kebanggaan yang tidak berubah. Sebuah ungkapan cinta kepada anaknya, dalam kondisi apapun. Suatu didikan bijak tanpa kata yang justru lebih menohok Ikal ketimbang sebuah pernyataan marah.

Kamis, 31 Januari 2008

Prata Egg


Jujur saja, aku sempat GR luar biasa dan mulai membayangkan yang 'tidak-tidak' saat kemudian timku hendak ditugaskan ke temasek bertemu dgn beberapa pihak di sana dalam pembicaraan yang berhubungan dengan hardware-hardware an...
GR berats, secara sampai detik-detik terakhir aku masih terlibat dalam pembahasan2 dan persiapan. Dan kemudian ternyata aku sendiri yang ga jadi ikut hiks hiks hiks... Yah, siapa yang mau ambil risiko mengajak terbang ibu hamil dengan usia kandungan lebih dari 7 bulan.. Hal yang tidak-tidak tersebut benar2 kemudian menjadi mimpi yang tak kesampaian.

Baiklah aku share di sini saja, setidak-tidaknya rindu itu sedikit terobati :


  1.  Parata Egg kantin A. Sempat berhari-hari kebayang2 ga karuan. Makanan yang dulu nyaris jadi menu wajib tiap pagi, sebelum ngehook tempat di Lee we nam library (jaman kiasu). 80 sen per porsi.. sedapnyooo..  ga kenyang seeh.. tapi tergila2 berat ama menu indihe satu ini..
  2. Tandoory chicken Jurong West . Tandoory chicken itu sejenis ayam bakar ala india yang dimakan ama kareee. Walau di kantin A NTU juga ada, namun favoritku adalah yang di Jurong west, sebrangnya hall 4 NTU. Dulu suka nangkring disini ama dieni, ratih dkk. Bahkan pernah bela-belain jalan dari hall 13 ke sini (mayan jauh). Aksesnya dari hall 4, nyebrang jembatan trus ke howker center yang di emper2 situh. Haduuuuuh Tandoory chicken nyaaaaa.... luar biasa!!! kenyaaang...! Apalagi ditambah dengan papedam (sejenis krupuk indihe), dimakan dengan kareee nya. Dunia terasa milik berdua (berdua sang ayam hehehe). Duh kangen berat deh.. bener-bener... 
  3. Rojak Indihe Kantin A  Rojak ieu teh sejenis sea food - sea food - an yang diolah dalam bentuk baso-basoan. Dulu sih ga gitu perhatian ama makanan yang satu ini. Sekali-sekali aja nyobain kalau lagi iseng sore-sore. Tapi ga tahu kok seiring dengan kerinduan pada prata egg dan tandoory chicken, rojak ini juga menari-nari di depan mata. Tapi aku ga gitu suka saosnya, jadi teteup aja makannya pake kari. Lama2 jadi mikir. Sebenernya kangen makanan indianya apa kangen karinya ya? Kok ya jadi kari oriented gini :P 
  4. Banmian Jurong point Aku ga nemu gambar makanan ini di internet. Yang jelas ini teh sejenis sup-sup an. Dulu kita menggemari ini karena yang paling murah (3SGD) dan porsinya paling gede dibanding makanan2 lain di banquet Jurong point. Tapi lama-lama kecanduan. Cuma paling ga kuat kalau makan Banmian ama ratih. Ga kuat liat Ratih dengan manisnya menumpahkan satu kilogram merica ke dalam banmian, dan memakannya dengan nikmat (ini hiperbolis looh!!). Inget banmian inget ratih. Inget ratih? inget banmian hehehe.. Yang paling aku sukai dari banmian adalah terinya :). Nikmaaaaaaat...   
  5. Yong Tau Fu Dry, ala Banquet Raffless Hospital. Nah ya, kalau ini salah satu rahasia terselubungku. Rasanya ga banyak yang tahu kalau aku suka diam-diam naik MRT sendirian trus nyangkut di bugis dengan alasan pengen nyari jilbab di Arab street. Padahal, tujuan utamanya Banquet Raffless hospital, trus nangkring di sana bersama sepiring Yong Tau Fu Dry dan Green Tea. Duuh, indahnya. Walau di Banquet Jurong Point juga ada, cuma rasanya yang di Raffless Hospital jauh lebih nikmat. Entah kenapa. Apa karena ada perasaan habis itu bisa nyasar2 di area sekitar mesjid Sultan yang dipenuhi oleh penjual2 jilbab. 
  6. Chicken Rice Sambal Nah yaa.. kalau ini memang makanan khas Singapura.Dulu di jurong point ada stall favorit tapi ga tahu kenapa tutup trus berubah jadi stall japanese food. Chicken rice adalah makanan wajib yang layak dirindukan. Tapi dari bermacam2 cita rasa yang ditawarkan, misalnya teriyaki, mango, dst dst, aku cuma suka yang sambal :D. Suka terpesona ngeliat Dita seneng banget makan Chicken Rice mango. Kok bisaa gitu ya, makan nasi ayam pake saos mangga.. hehehe. O iya chicken rice favoritku adalah di hawker center deket MRT Bukit Batok. Nyam.. nyam.. sambelnya mak nyus.. 
  7. Mee Siam. Mee siam itu sejenis Mee Rebus nya Singapura. Saya suka sensasi asam2 di lidah dan kuahnya yang kental :D. Dalam preferensi makanan, aku memang prefer makanan asin, atau pedes atau asem daripada yang manis-manis. Seporsi mee siam di banquet depan IRAS (Novena Square) kalau ga salah 3 SGD, dan biasanya aku tak sanggup menghabiskannya. Hmm.. nyam nyam.. kapan ya bisa rasain lagi :D Demikian sekilas info. Duh, ga penting banget yak :P. Maklumin aja yak, namanya juga hamil 7 bulan :P, suka ngebayangin yang susah susah dijangkau :P

Senin, 14 Januari 2008

[Resensi] Rahasia Meede


Category: Books
Genre: History
Tak banyak buku fiksi yang membuat saya begitu terpukau dan tak ingin melepaskannya sampai lembar terakhir. Buku ini salah satunya. Sebuah thriller dengan penggabungan antara Fakta-fakta Sejarah dengan imajinasi yang sangat rumit, cerdas dan detil. Saya kagum membayangkan kerja keras, kesungguhan, waktu yang panjang serta modal yang tentunya tidak sedikit untuk sebuah riset yang serius, demi menghadirkan karya ini ke hadapan pembaca. 

E.s Ito dengan indah berhasil menghadirkan fakta-fakta sejarah perjuangan Indonesia dari abad ke 17 (terlepas dari berapa persentase kebenaran hasil risetnya), dengan deskripsi detil yang mestinya menantang para ahli sejarah untuk menguji kebenarannya. Saya merasa belajar sejarah bangsa dengan senang hati. Di buku ini kita juga dikenalkan kepada keindahan dan eksotisnya kebudayaan Nusantara mulai dari Nias, mentawai, jawa, Makasar, Banda bahkan sampai Irian (Berapa banyak karya yang mengangkat tentang budaya Nusantara?). Di sini kita juga akan lebih menghargai eksistensi Kota tua Jakarta dan daerah-daerah yang nyaris terlupakan. Hal-hal itu dikawinkan dengan intrik thriller yang manis dan memukau. 

Saya terpesona... Saya selalu berfikir bahwa orang yang sungguh-sungguh dalam berkarya berhak mendapat apresiasi yang luar biasa. Saya rasa E.S Ito harus termasuk diantaranya.

Jumat, 04 Januari 2008

karate kid inside

Menakjubkan...
Merasakan a karate kid inside.
Lagi aktif-aktifnya tendang sana sini. Lagi aktif-aktifnya ngetok-ngetok dan nggelitikin dinding-dinding sekitarnya. Lagi seru-serunya pamer-pamer gerakan kalau sedang diajak bicara. Karate kid yang ini agak pemalu, tiba-tiba narik kedua tangannya ke wajah saat diintip lewat USG. Malu katanya diliatin.. hehehe

Sehat-sehat ya, karate kid...

Kamis, 13 Desember 2007

[Cluster 13] Memandang Bulan

Lalu berceritalah ia. Cerita yang membuat sedih dan hati teriris-iris. Mengapa dakwah sampai melukai?, tak bisakah disampaikan dengan cara yang lebih ahsan. Uff cinta, ya orang memaknainya dengan cara yang berbeda beda. Mengerutkan kening di sini, termenung, terdiam dan kadang tertawa bersama demi menghiburnya entah menertawakan apa. Jumpa dengannya dua bulan lalu di tengah hiruk pikuk Jakarta di sebuah kompetisi duniawi yang cukup melelahkan. Kecil, mungil, manis, namun cerdas dan berwawasan luas. Cuma beberapa bulan lebih muda dariku namun begitu bersemangat memanggilku 'kakak!' baik di sana maupun dari jarak sejauh ini ('Bermutu' banget yak aye, bertampang tue.. hehe). Sedang bersemangat mengkaji dan menghubungkan segala sesuatunya dengan agamanya. Kecintaan yang tumbuh terlambat katanya. Tak ada yang terlambat kataku, bahkan mungkin kita tak bisa mendefinisikan kata itu untuk saat ini.

Lalu disanalah ia, tercabik di tengah-tengah gelora semangatnya. Untuk suatu muatan yang seharusnya tidak sekasar itu penyampaiannya. Duh cinta,banyak hati yang terbuat dari gelas-gelas kaca, tak semuanya sekeras baja. Cukup geram dan gemas kali ini, walau nampak bijak di depannya ketika merangkai kata menuai makna untuk menyejukkan sepotong jiwa. Yang sebenarnya adalah tangan tergetar hati memanas mengikuti untaian-untaian kalimat yang dia kirimkan. Dari si penasehat, yaa si penasehat. Huff, Rasulullah pun rasanya tak pernah seperti ini terhadap saudaranya.

Lalu menangislah ia. Ya akhirnya menangis juga. Puncak pertahanan terakhir dari seorang wanita. Tak mengapa tak mengapa. Menangis dan sedih fitrah semata. Menangislah saat ini, namun berjanjilah untuk kembali melangkah tegap esok hari, hiburku pura-pura dewasa :D, sambil tetap tergetar membaca baris-baris tausiyah dengan retorika-retorika tajam berserakan dan capslock dimana-mana seolah si penulis sedang berteriak teriak dari seberang sana.

Dia mengakhiri suratnya atas nama cinta katanya. Uh cinta lagi cinta lagi. Kasihan deh si cinta dimaknai begitu duka. Padahal si cinta tuh juga butuh akhlak yang indah agar selalunya ia mampu menghadirkan musim semi. Ya gak cin??.

Maka disinilah aku, di kantor ini kehilangan selera meneruskan pekerjaan. Dindaku masih bersedih di seberang pulau. Kata-kata bijak mengalir menghibur dari sini walau tak terlalu sejalan dengan hati dan fikiran penulisnya. Masih disinilah aku, *duduk sendiri memandang bulan dan duduk sendiri dipandang bulan* ; seperti statusnya mbak cakep di seberang sana; termangu-mangu menatap layar. Terpetakan jelas satu episode di masa silam. Ah ya, saat kita begitu berdebu dan banyak salah apa memang selayaknya untuk dihujat apalagi ditinggalkan?. Kasihan deh si ukhuwah, dimaknai begitu sempit.

Abu Darda berkata, "jika temanmu berbuat salah jangan tinggalkan ia, sebab mungkin kali ini ia salah pada saat lain ia baik."

"Berdirilah terus di tengah-tengah seperti keyakinanmu saat ini, namun yakinlah suatu saat kita musti memilih tepian mana, karena semakin jauh berjalan semakin deras arus", memoriku terseret pada petuah seseorang di dalam kabut. Dan inilah salah satu arus itu. Tak terpungkiri, tak terbantahkan. Berat memang kalau sudah dihubung-hubungkan ke sana. Kenyamanan adalah hal yang tidak ternilai harganya. Namun kurasa posisi nyaman yang terasakan saat ini musti dipertimbangkan lagi suatu saat kelak. Tidak musti memilih tepian, hanya sekedar paham batuan mana yang sedang dipijak.

[Tiba-tiba kangen dengan si pemilik status yang sekarang jarang muncul: *duduk sendiri memandang bulan dan duduk sendiri dipandang bulan* ]

Senin, 10 Desember 2007

Denpasar Moon



 Perjalanan kali ini sama sekali tak bisa disebut 'honeymoon' dalam arti yang dikenal masyarakat luas. Cuma setelah dipiki-pikir, after 7.5 months marriage, ini kali pertama kita pergi berdua ke tempat selain Jakarta dan sekitarnya. Aku tentunya dalam rangka tugas di Denpasar dan sekitarnya, sementara my hubby nyusul dengan naik air asia (biar murah) hehehe, secara dia kan perginya biaya sendiri. Demi bisa pergi bareng pulang pergi, akupun merelakan tiket Garuda dari kantor untuk ditukar dengan Air Asia juga :P

Bali tempat yang sangat indah physically. Untuk hal-hal di luar itu aku tak layak juga berkomentar banyak :). Penduduknya ramah-ramah (selama 4 hari di sana, selalu berhadapan dengan manusia-manusia ramah), baik di hotel, di jalan, di pantai, dan di tempat-tempat wisata... Selama di sana nyaris ga bisa kemana-mana karena ternyata kondisi fisiknya ga begitu kuat. Sehabis rapat (biasanya jam 5 an) pernah ngikutin temen2 kantor ke uluwatu dan ke Jimbaran, pulang-pulang malah muntah-muntah hehehe.. Thx to Aa yang udah mau nemenin dan rela ditinggal seharian dari pagi sampai sore (tuh kan, ga bisa dibilang honeymoon). Tapi kita benar-benar menikmati perjalanan singkat ini :), semoga dedek inside pun demikian ^_^ 

Selasa, 04 Desember 2007

[Jurnal Hamil] InsyaAllah, a baby boy


Banyak sekali yang ingin diceritakan sehubungan dengan topik jurnal kehamilan. Namun coba ditulis dulu sebisanya yah ^_^

Menjelang akhir trimester ke-2 (saat ini alhamdulillah sudah melewati minggu ke-24) begitu banyak hal-hal menakjubkan yang aku rasakan :


  • Muntah dan mual sudah jauuuuuuh berkurang. Seperti teori di buku-buku, trimester ke-2 memang saat dimana ibu hamil begitu menikmati dunianya :). Sesekali masih muntah, jika mengalami keadaan ekstrim. Misal, habis makan langsung naik kendaraan, trus terjebak macet, dan mencium bau kurang sedap. Tapi secara umum sudah jauh berkurang dibanding trimester pertama 
  • Pertumbuhan berat badan yang meningkat drastis. Dari bulan ke-4 sampai bulan ke-5, berat badan naik mencapai 5 kg. Dan 2 minggu kemudian naik lagi 2.5 kg. Subhanallah. Takjub banget. Sejauh ini pertumbuhan dedek baik-baik aja dengan berat badan normal, dan perkembangan fisik yang alhamdulillah baik (mohon doanya terus ya). Semakin lega semenjak ganti dokter yang sangat telaten dan rajin menjelaskan 
  • Semenjak minggu ke-20 saya sudah mulai merasakan 'gerakan bayi'. Subhanallah!!!! that feeling sangat sukar dilukiskan. Perlahan-lahan rasa sayang pada janin tumbuh begitu kuat dari hari ke-hari. Rasanya begitu menakjubkan merasakan ada seseorang yang berbagi jiwa denganku. Memakan apa yang aku makan, merasakan apa yang aku rasakan. Rasanya begitu cinta pada ciptaan Allah yang baru beberapa bulan lagi bisa kita lihat, bisa kita sentuh, bisa kita cium, bisa kita rangkul... Sebuah amanah ! yang tentunya harus dijaga dengan sebaik-baiknya.  Kami sudah merasa begitu sayang padamu dek ^_^. Setiap tendangan, setiap gerakan lembut, setiap sentakan dan apapun gerakan yang terasa dari dalam melahirkan energi suka cita yang begitu besar. Serasa punya teman curhat, teman akrab, yang kapanpun dimanapun bisa diajak bicara. Sebuah perasaan yang sukar dilukiskan. Subhanallah...
  • Ada keluhan 'maag hamil' yang akhir-akhir ini makin kuat. Keluhan yang mirip dengan tulisan di http://blog.unisa81.net/2007/09/12/sakit-ulu-hati/. Setelah konsultasi ke dokter, katanya hal ini masih normal dengan penjelasan mirip2 seperti yang pernah dijelasin Bunda Majid (thx ya dee) dan artikel di link ini http://www.infoibu.com/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&artid=20. Berikut penjelasan singkatnya :

Rasa panas atau terbakar didada bagian bawah atau perut bagian atas tapi tidak ada hubunganya dengan jantung. Hal ini karena asam lambung naik ke kerongkongan. Perasaan ini timbul pada wanita hamil pada trimester kedua ini, hal ini karena hormone progesterone meningkat yang menyebabkan relaksasi dari otot saluran cerna dan juga karena rahim yang semakin membesar yang mendorong bagian atas perut, sehingga mendorong asam lambung naik ke kerongkongan
Sesuai arahan dokter, aku udah mengurangi  konsumsi makanan pedas, mengusahakan lambung kosong tidak erlalu lama dan tidur dengan kepala lebih tinggi dari posisi lambung. Cuma nampaknya belum berhasil :P Akhir-akhir ini keluhan tersebut agak memuncak. Mulai suka terbangun tengah malam (jam 2 an) dan tidak bisa tidur lagi sampai subuh. Rasa sakit yang sukar dijelaskan. Seperti perih meremas2 lambung, kemudian diiringi perasaan mual sehingga berkali-kali harus ke kamar mandi. Tak jarang juga diikuti rasa lapar (jadinya makan deh hehehe).

Di saat seperti ini begitu terasa butuh dukungan dari orang-orang di sekitar kita. Mengingat : berat badan yang naik cukup drastis (10 kg) membuatku mulai susah bergerak akhir-akhir ini (terutama saat bangun dari duduk di lantai, atau saat bangun dari sujud). Malahan jadi suka hilang keseimbangan hehehe. Ditambah dengan kebiasaan bangun malam-malam sampai pagi dan akhir-akhir ini jadi suka bengong dan linglung.

 Sang pacar pun jadi cemas, apalagi aku mau dinas ke luar jawa  tanggal 5-8 Desember... Akhirnya beliau memutuskan untuk menyusul dan mengambil cuti. Cihuuuuuuuy.. eh.. Alhamdulillah :P:P. Sejak nikah belum pernah pergi-pergi sejauh ini. Walau gak bisa dibilang honeymoon juga, tapi yaaaah boleh lah refreshing. O iya, rencananya mau ke Denpasar...

Gitu dulu deh, apdet menjelang akhir trimester ke-2. O iya, jumat lalu setelah periksa darah dan konsultasi ke dr Oni lagi (karena ga PD mau pergi-pergi tanpa konsultasi), akhirnya dr Oni memberi obat maag yang cuma boleh diminum kalau memang sakitnya sudah tak tertahankan (kemarin2 sih aku dibolehin minum Mylanta, tapi tetep aja ga PD dan ga tega makan obat begituan, lebih memilih menahan sakit, karena takut ada efek obat-obatan biasa) Eits... belum nyentuh-nyentuh judl entry ya? InsyaAllah dedeknya berjenis kelamin laki-laki berdasarkan hasil USG terakhir. Mohon doanya yaaa :), semoga sehat-sehat selalu :)

Selasa, 20 November 2007

Dr Kandungan Keren


20 November 2007

Cukup banyak memang informasi terkumpul setelah sekitar 1 bulan searching kesana kemari mengenai dokter kandungan yang oke punya. 80 persen teman-teman, termasuk yang merespon di MP, mempromosikan sebuah nama: Dr.Oni Khonsa! Untuk kali ini aku mulai pilih-pilih informasi. Saran yang utama kali dipertimbangkan adalah dari teman-teman yang mengalami sendiri, bukan dari kabar angin. Aku tidak mau coba-coba lagi mengingat usia kandungan yang sudah lewat 5 bulan. Pun tidak berani eksperimen seperti beberapa teman yang gonta ganti dokter sampai 6 kali.

Keingin ke dr Oni makin menggila setelah membaca postingan HTR di http://helvytr.multiply.com/journal/item/198/Dokter_Kandungan_Favorit.

Terus terang kita bukan tipe yang cerewet dan terlalu banyak bertanya. Namun 4 bulan diperiksa ditempat sebelumnya sudah cukup untuk sebuah kesimpulan. Tidak nyaman! Selama ini berada di ruangan dokter tak pernah lebih dari 5 menit (well, mungkin agak hiperbola). Suasana yang tegang, mencekam, terkesan tidak boleh bertanya, dan dokter yang jangankan menjawab pertanyaan kita, menatap mataku saja enggan. Hiks hiks hiks. Pulang dari dokter malah stress. Akhirnya jumat lalu kami ke dr Oni Khonsa di RS Tambak. Dan berikut sekelumit cerita.

Begitu masuk ruangan beliau, kami disambut uluran tangan beserta senyuman lebar dan hangat seorang dokter manis berkacamata. Kesan pertama sungguh menggoda. Aku merasa di taman bunga. Setelah 4 bulan lebih disambut udara dingin dan senyum membeku. Aku merasa tersiksa setiap kali jadwal periksa kandungan. Sungguh!

Dengan ramah beliau menanyakan bagaimana perkembangan pemeriksaan selama kehamilan. Dan she really surprised that:

  1. Kami tak punya buku rekam medik 
  2. Kami tidak pernah periksa darah 
Beliau sempat nanya RS kami sebelumnya. Dan ternyata rata-rata pasien di sana mendapat perlakuan yang normal. At this point aku benar2 berhusnuzhon bahwa aku hanya kebetulan mendapat dokter yang 'aneh'. And that is nothing to do with the hospital itself. So far yang aku tahu RS tempat aku mriksa sebelumnya itu reputasinya bagus.

Akhirnya aku disarankan periksa darah (walau dianggap telat) dan akan dibekali buku catatan perkembangan kehamilanku. Ok, gak usah bahas masa lalu. Yang jelas 1 bulan penantian yang menegangkan itu telah berlalu (persoalan ini cukup mengganggu konsentrasi). Sebanyak apapun buku yang kitabaca, aku tetap berharap bahwa DSOG benar-benar memberikan saran yang fundamental terutama untuk kehamilan pertama.

Ok, back to dr Oni Dokter Oni kemudian menanyakan apa permasalahan selama kehamilan. Dan seperti sudah kubilang, aku sama sekali bukan tipe pasien yang cerewet. I only inform her tentang masalah 'sakit maag' yang tiba-tiba muncul tengah malam dan membuat tak bisa tidur (oleh dokter yang dulu cuma dijawab singkat : 'gak baca buku yaa? Itu biasa lagi'. That's all, suasana hening). Tapiiiii oleh Dr Oni kemudian menjelaskan sampai detil ttg hal tersebut, sampai sedetil-detilnya berikut saran-saran dan pengobatan.

Pun saat di USG. Rasanya tak pernah aku berbaring begitu lama menyimak penjelasan DSOG tentang detil-detil perkembangan janin. Mulai dari struktur tulang, ukuran detil-detil tubuh janin, denyut jantung, frekuensinya, perkembangannya, berat perkiraan, dst dst. Mungkin karena merasa sangat nyaman, my husband akhirnya terlibat dalam pembicaraan yang sangat seru (oh well, aku tetap berbaring dan diam), diselingi gelak tawa dan humor dengan dokter yang benar-benar luar biasa ini.
\
Ffiiuuuuh… rasanya aku rela membayar sekian kali lebih mahal, demi sebuah perasaan senyaman ini. Kami berada di dalam cukup lama. Nyaris 25 menit. Most of the time diisi oleh 'kuliah' dari sang dokter. Sebulan ini aku benar-benar gelisah. Gak ingin berharap banyak, setidaknya ketemu dokter yang tidak membuat kami merasa di kutub selatan lagi dan mau menjawa satu-dua pertanyaan. Saking takutnya diledekin 'Ga baca buku yaa?' kami akhirnya menamatkan cukup banyak buku-buku dan referensi kehamilan. Dan bagi kami, dr Oni benar-benar anugerah luar biasa. Saat berpamitan, rasanya ingin mengguncang-guncang tangan beliau saking senangnya (kalau ga takut dijjitak pasien selanjutnya) Begitulah.

Alhamdulillah sekarang udah lega banget. Nyari dokter kandungan ternyata ga semudah yang aku bayangkan. Naun di Jakarta ternyata ada dokter yang begitu luar biasa. Dokter Oni Khonsa. Mulai sekarang, aku menanti-nanti pertemuan berikutnya. Doakan ya semuanya lancar-lancar saja :) Poto-poto di ruangan dokter muslimah yang baik ini bisa dilihat di http://unisa99.multiply.com/photos/album/12/DSOG_keren

Senin, 19 November 2007

[Cluster 12] adalah



Adalah kita yang menjadi begitu takjub mendapati, bahwa memang dihadirkanNya bertambah-tambah rasa sayang dalam jumlah yang dulunya tak disangka-sangka 

Adalah kita yang kemudian menyadari betapa hitungan waktu menjadi begitu berharga untuk setiap detik perjumpaan 

Adalah kita yang tiba-tiba merasa sudah menjadi teman akrab puluhan tahun lamanya, jauh melebihi usia perkenalan sesungguhnya 

Adalah kita yang lambat-laun memahami bahwa begitu banyak pelajaran berharga dalam interaksi 2 insan yang demikian "berbeda"

Adalah aku yang selalu menunggu sore menjingga, demi melihat senyummu menjemput di ujung jalan 

Adalah aku yang tiba-tiba menjadi begitu kanak-kanak saat puluhan jam terasa begitu lama ketika jarak fisik tiba-tiba memisahkan 

Adalah aku yang kemudian begitu takjub mendapati bahwa kesederhanaan pun menawarkan begitu melimpah kenyamananAdalah kita yang harus terus belajar bahwa syukur dan sabar adalah yang harus selalu ditanamkan untuk setiap detik pembelajaran