Kamis, 28 Juli 2005

...menjemput impian?

Yaa Rabb,
Jika perkara ini adalah yang terbaik untukku, untuk agamaku, untuk duniaku, dan untuk akhiratku, maka permudahlah ia bagiku. Namun jika sebaliknya, maka jauhkanlah perkara ini dariku.


Intermezo :
Yuk ibu2 muslimah IT, kita munas juga. Di selatsar,Tm mesj Al Azhar kebayoran. Ahad jam 13.00. Ajak juga teman2nya yg lain walau belum ikut milis.

selangkah demi selangkah
mari bermujahadah
sekecil apapun amanah 

Jumat, 15 Juli 2005

on writing [1]...

Malam merayap menjemput hari. Tak ada sinar bulan keperakan memantul mantul di Singapore river seperti di cerita2 fiksi. Yang ada hanyalah lampu lampu kota menyala benderang dengan angkuh. Terkesan bangga akan cantiknya yang semu. Seakan lupa bahwa sinar bulan tetap tak terkalahkan. Cantiknya alami. Walau tak terlihat namun semua tahu bahwa ia ada. Walau tak mencolok namun semua tahu bahwa indahnya abadi. Menawan. Carilah sinarnya di desa bukan di kota ini. Lalu kesederhaan yang memukau itu akan memenjarakan hatimu untuk betah berlama lama membersamainya.

...to be cont.. 

Rabu, 13 Juli 2005

Sotsugyo

Selamat convocation buat roommate ku (pepito), mantan roommate (ratih-chan), roommatenya mantannya roommate (dieni-chan), mantan roommatenya mantannya roommate waktu tahun ke-2 (dita-chan) dan semua temen temen yang wisuda bulan ini. Welcome to real liFe

...
hari ini hari milikmu
juga esok masih terbentang
dan mentari kan tetap menyala
di sini,di urat darahku
**petikan mars ITB yg nyasar ke NTU, masih cinta tanah air rupanya 

Rabu, 06 Juli 2005

Huimien [Bag 1]

Huimien [Bag 1]

Jari jemari yang seharusnya bertemankan C# dot Net, malah menari nari di atas keyboard merangkai dan memadu padan kata kata berbahasa Indonesia. Visual studio memandang iri pada notepad yang semakin penuh dengan kata. Juga sebal pada sang pemilik jari yang dengan cueknya meneruskan aktivitas tersebut.Sambil sesekali mengerutkan kening, atau membetulkan kacamata minus tiga-nya. Lalu lahirlah beberapa cerita pendek. Alergi ikhwan. Demikian salah satu judulnya. Nah lo.. kok judulnya gawat?. Kayanya terinspirasi dari judul bukunya Nurul F Huda. Ditaksir Ikhwan. ^_^. sang penulis pun tersenyum geli, akhirnya berhasil menulis sebuah cerpen yang 99% nya non fiksi :D. Semakin ia baca semakin tak berani ia memperlihatkannya kepada siapa siapa.

Hmm ternyata memang tidak berbakat merangkai kata kata dalam bentuk dialog dialog yang mempesona. Kemampuan menulis si penulispun ternyata baru pada tahap curahan curahan rasa semata. Masih belum berbakat rupanya.

Jari jemari yang seharusnya bertemankan C# dot Net, malah menari nari di atas keyboard merangkai dan memadu padan kata kata berbahasa Indonesia. Tiba tiba si pemilik jari ingin mencoba berlatih menulis dialog dialog. Ia pun mengarahkan pandangan ke sekeliling ruangan yang dipenuhi programmer programmer kantor pajak yang lumayan 'gila kerja'. Matanya tertumbuk pada Huimien. Gadis singapura yang beberapa hari ini cukup dekat dengannya. Memorinya berusaha mengingat2 kejadian kemaren siang, dan mencoba berlatih menuliskannya dalam bentuk dialog. Kali2 aja ada penulis hebat yang membaca tulisannya,sehingga bisa memberi masukan pada kemampuan menulisnya yang masih berantakan.

Lalu jari jemarinya pun semakin lincah menari di atas keyboard. Maka lahirlah kilas balik peristiwa kemaren siang. Itung itung latihan menulis cerpen.
--------------------

Sweet HuiMieN

Huimien. Asli Singapura. Dia lulusan polytechnic dan bukan Universitas sehingga masa waktu kuliahnya cuma 3 tahun. Aku juga pernah kuliah setahun sebelum ke Singapura, di kampus yang dikelilingi kuda kuda di Bandung sana(???) praktis jarak usia kami terpaut dua tahun. Huimien memiliki wajah yang lucu mirip boneka dari Cina (kalau aku mirip boneka Padang hehe, itupun kalau ada).
Kata Isti matanya terlalu sipit. Tubuhnya mungil, dengan rambut yang sangat lurus dan poni yang khas. Benar-benar seperti boneka. Teman-teman kantor sering menggodanya dengan sebutan "cute girl" sampai dia salah tingkah saking malunya. Bahkan Hong Chuan, pegawai laki laki di kantor lama, bela belain membawa sebuah boneka porselen cina ke kantor cuma untuk meyakinkan kita semua bahwa Huimien benar-benar imut-imut. Mirip!!. Seorang programmer wanita asal Indonesia pernah terang terangan bilang begini: “You're really cute, look like a hamster”. Lalu Huimien pun melongo dengan suksesnya. Tega amat yak?. Tapi bener juga sih.

Huimien dan aku baru saja dipindahkan dari gedung yang lama karena manajemen prosedur, yaitu kurangnya resouces untuk fixing. Aku tidak begitu canggung berada di tempat baru karena pernah ditempatkan di sini sebulan lamanya. Namun tidak begitu dengan Huimien. Dia begitu kuatir tidak bisa beradaptasi dan tidak punya teman. Kemaren adalah hari kedua kami di tempat baru. Banyak sekali programmer Indonesia di sini. Jadi aku cukup punya banyak teman walau sebatas saling melempar senyum di kantor. Mengamati karakter programmer2 Indonesia di sini adalah hal yang lucu buatku. Dari yang bahasa Inggrisnya begitu bagus sampai yang bahasa Inggrisnya medHok bangHet gitHu loh (tapi tetep bagus kok ^_^). Mereka mengucapkan “Saya tidak tahu” dengan “I dHon’t know”, bukan “I don’t know”. Sehingga pada perkenalan pertama kita bisa langsung berkomentar "dHari jHawa yHa?". Dari yang luar biasa ramah dan terus terusan memanggil aku 'mbak' sampai yang gualaknya bukan main. Dari yang cuantik buanget seperti foto model cina sampai yang ndeso seperti aku hehe..(walau ndeso tapi penuh semangat, catet ya!! ^_^).

Siang itu Huimien mendekatiku dengan raut wajah gelisah. Percakapan di antara kami memakai bahasa Inggris tentunya. Tepatnya Singapore-English. Tapi demi kenyamanan sebaiknya kutulis dalam bahasa ranah Bunda saja. Biar ndak ketahuan pembaca juga kalau Englishku bener bener telah jedHuk jedHuk karena 5 tahun sudah bercampur dengan masyarakat Singapura yang Englishnya jedHuk jedHuk kuadrat. Apakah arti kata bercetak tebal di atas?. Harap jangan tanyakan pada guru Bahasa Indonesiamu yah ^_^

"Aku stres, set up komputer saja ga bisa bisa. Terlalu banyak yang harus di synchronize. Pusing” katanya sambil sesekali membetulkan rambut di balik telinganya. Aku mencatat dalam hati. Satu: Huimien punya kebiasaan seperti itu ketika gugup.

“Tak apa, take it easy. Slowly semuanya akan baik baik saja dan kita bisa mulai bekerja” sahutku pura pura nyantai. Padahal akupun sebenarnya pusing dari pagi belum selesai selesai men set-up mesin pintar ini supaya langsung bisa digunakan hari ini untuk mencari serangga serangga imut yang bersembunyi di dalam komunitas C# dot Net.

“Kalau memang terlalu banyak masalah untuk memulai dari scratch, sebaiknya kita clone saja dari someone else’s PC. Moga moga tidak lama” sambungku.

“Kamu menulis apa?” tiba tiba Huimien mengalihkan topik sambil menunjuk notepad yang terbuka lebar berisi cuplikan diary seorang muslimah manis yang pernah bersekolah di Jordan. Entrynya menunjukkan tahun 2003. Aku sedang membaca cerita muslimah itu tentang teman temannya yang mengisahkan beberapa bocah yang ditembak mati oleh serdadu jah***m di depan ibunda ibunda mereka. Yaa syahid… buatkan bunda bundamu sebuah rumah di surga ya nak ^_^.

“Aku sedang mengumpulkan data untuk menulis”
“Menulis apa? “
“Menulis tulisan” Of course lah, masak menulis pemandangan.
Itu mah melukis hehe. Untung Huimien baik. Dia cuma tersenyum. Manis. Kayak Hamster. *wink wink*

“Apa ini?” dia menunjuk Ayat ayat cintanya kang Abik yang nampak mencolok di antara file2 perpajakan, Botol minuman, Syamil Qur'an dan CD playernya Istih.
“Buku” jawabku. Sengaja ngasal, pengen liat dia marah
Nah benar saja, dia cemberut sampai Singlishnya keluar dengan parahnya
“Of course Lah. Can not be other thing whaaaat??”
“This is Ayat Ayat Cinta, baku bagus” sahutku.
"say it in English"
"Verses of Love"
"Ow.. you're so romantic. Membaca buku seperti ini"
Loh?? apa hubungannya coba.

Dia memandang gadis bercadar yang jadi covernya. Terlihat tertarik.
“Can I ask you a question Reni? Maybe it’s too personal. Kalau ga mau jawab gpp” Tiba tiba wajahnya serius.
Aku memutar duduk dan menatap matanya. “Yes, sure. Just ask”
“Kenapa kamu menutup rambutmu?. Apa tidak panas? Hmm kalau ga mau jawab juga gpp. Mungkin itu masalah agama ya kan?. Lalu gadis di buku ini kenapa Cuma matanya yang terlihat?”

Aku tidak begitu kaget ditanyai soal cadar. Tapi cukup heran kalau dia masih mempertanyakan soal jilbab. Karena kupikir di Singapura, wanita berjilbab adalah pemandangan yang sangat wajar.
Kalau yang bertanya adalah seseorang dari Eropa atau Amerika mungkin aku tidak begitu kaget.

“Aku ingin menjawabnya sekarang namun takut tidak terstruktur. Yang jelas ini berhubungan dengan penghormatan dan penjagaan tertinggi dari agamaku buat kaum wanita. Besok aku bawakan jawaban lengkapnya” Aku menjanjikan. Dalam hati bertekad membawakan Huimien buku mungil dari Islamic Center berjudul “20 most common question about Islam”. Aku lupa nama pengarangnya. Buku yang cukup popular di kalangan muslim/muslimah yang musti berhadapan dengan non muslim di luar negeri. Menjawab pertanyaan2 standard yang paling sering ditanyakan ttg islam. Buku ini cukup tipis dan penyampaiannya pun bagus. Kupikir Huimien tidak akan begitu keberatan membacanya

“Apa ini artinya?”
Huimien menunjuk bab 1 buku Ayat Ayat Cinta.
“Gadis Mesir itu bernama Maria. That Egyptian girl was named Maria” Aku membaca judulnya sekaligus menerjemahkan.
“Oh ini cerita dari Mesir? Tapi berbahasa Indonesia?” Huimien terlihat ingin tahu.
“Yes. Kisah seorang pemuda islam yang begitu indah akhlaknya, begitu tinggi budinya. Idaman semua wanita islam yang ingin meraih surga” Sahutku sambil tersenyum simpul. O ho.. aku mulai melebih lebihkan masalah.
“You have to read it. Aku yakin kamu akan bilang bahwa islam itu indah sekali begitu selesai membaca buku ini”
“But I can not understand Bahasa “ jawabnya. Singaporean memang menyebut Bahasa Indonesia dengan istilah Bahasa. “You have to translate it for me” Aku teringat folder AAC yang dikirim mbak Dita.
Di dalamnya ada satu setengah bab terjemahan AAC her version. Namun aku urung menunjukkannya kepada Huimien. Belum minta ijin.

(bersambung)


Rabu, 29 Juni 2005

Buku: Ayat ayat cinta...

"wahai yang memiliki hati yang lembut..."
Demikian cara seseorang menyapa Fahri dalam suratnya berulang ulang. Dua duanya adalah tokoh fiktif dalam ayat ayat cinta-nya Habiburrahman El Shirazy. Begitu sejuk terdengar. Fahri sendiri sangat pantas dipanggil demikian. Karakternya yang memukau, akhlak yang baik, tutur kata yang santun, prilaku yang halus dan ilmu agama yang luas.

Untuk menghasilkan karakter sehalus Fahri di AAC bukanlah hal yang mudah. Kadang2 aku berfikir Fahri adalah kang Abik (penulisnya) dan kang Abik adalah Fahri. Aku pernah nemu kalimat indah berbunyi: "Tulisan adalah cerminan jiwa dari penulisnya".
Bahkan sejuknya terasa setiap kali aku ngobrol dengan sang istri. **Waduh mbak muya, jangan terbang.. jangan terbang :D. Tokoh yang indah, walau kurang manusiawi,lebih kayak malaikat ^_^

Jika mbak dilsky mengupas buku ini dengan metoda perbandingan with karya penulis lain. Aku mau mengomentari dari sisi keilmuannya saja. Karena aku sendiri juga belum banyak membaca karya karya fiksi yang benar benar bermutu (kebanyakan baca komik ^_^). Setiap halamannya tidak hanya berisi kandungan hikmah dari segi akhlak, tapi juga ilmu agama yang sangat bermanfaat. Rasanya ingin melihat buku ini diterjemahkan ke berbagai bahasa. Banyak sekali kesalahan2 persepsi tentang islam yang dijabarkan dengan indah di sini.

"wahai yang memiliki hati yang lembut..."
(Kudoakan deh, semua teman2ku adalah orang2 yg memiliki hati yang lembut.
Amiiiiiiin) Jangan lupa baca buku ini ya =). Highly recommended as well as The Atlas of the Qur'an


Kamis, 23 Juni 2005

Lembar-lembar berganti

episode kanak kanak

Perempuan itu (tepatnya, anak itu) masih kelas 2 SMA. Senja baru saja merayap menutup malam. Begitu asyik menemani ibunda memotong2 daun pisang di pelataran warung sate milik Abak(kakek) dan Amak(nenek). Ibunda masih suka bantu bantu kegiatan di warung tersebut kalau lagi tidak mengajar tambahan atau sibuk dengan hobi mencuci, menyetrika dan beres2.

"Aku ingin sekolah di luar negeri" katanya memecah hening. Sang ibu terperanjat. Sesaat saja. Lalu kembali meneruskan aktivitasnya sambil bergumam kecil, "Mau bayar pake apa? ngejual sawah orang sekampung?". Lalu mereka pun tertawa bersama. Renyah. Manis tanpa beban. "Boleh", kata ibunda tiba tiba. "Kalau memang mungkin, pergilah menuntut ilmu. Namun jangan pernah lupa adat basandi syara', syara' basandi kitabullah", lanjut ibunda yang erat melekat dgn budaya minang.

Tapi tiba2 ibu menoleh lagi.. "Alah, bandel kayak kamu mau ke luar negeri. Bisa2 ilang ntar. Kemaren aja naik gunung gak bilang bilang". Si anak kecil cengengesan. Maaf .. maaf..

Lalu percakapan itupun terlupakan sampai bertahun tahun kemudian. Sampai suatu hari ketika perempuan itu benar2 menemani ibunda berkeliling sebuah instansi pendidikan. Beradanya di luar negeri.Seperti cita citanya. Di negeri singa yang sama sekali tak pernah dihuni seekor singa-pun :D.Seperti do'a ibunda. Saat itulah ibunda buka rahasia tentang do'a2 yang selalu terucap tentang cita2 'iseng' anaknya.

episode remaja

Saat itu masa SMA berakhir sudah. Pagi baru akan menggantikan tugasnya malam, seperti janji Ar rahman. Perempuan itu menatap ibunda yang sibuk dengan cuciannya di sebuah sumur tradisional, sementara perempuan sudah rapi ingin minta diri. UMPTN!!! "Takut... bagaimana kalau aku gagal bu?" dia menatap ibunda mengharap mulutnya mengucapkan sesuatu. Sesuatu yang selalu menghadirkan nyala tentang pentingnya sebuah tekad dan optimisme.

"Ibu tahu kamu bisa. Tinggal bawa tisu yang banyak untuk melawan keringat di tangan. Bisa kok.. pasti bisa" Jawabnya singkat. Perempuan itu menangkap kalimat sang ibu sbg sebuah pendar harapan. Lalu kenangan itu menjadi penghibur kala ketakutan tiba tiba menerpa.

Percakapan itupun terlupakan sampai berbulan bulan kemudian. Sampai suatu hari ketika perempuan itu benar2 menemani beliau berkeliling kampus ganesha. Saat itulah ibunda kembali buka rahasia tentang do'a2 yang selalu terucap semenjak anaknya minta ijin.

episode pematangan jiwa

Saat itu masa perkuliahan berakhir sudah. Namun ternyata dunia di luar kampus demikian kerasnya. Bolak balik interview di Singapura, bahkan sampai ke Batam dan Jakarta, belum juga menunjukkan hasilnya. sementara sisa sisa beasiswa mulai menipis. Putus asa mulai menerpa. "Ibu... aku takut, kemana lagi kaki harus melangkah, semua usaha sudah dicoba", kata perempuan suatu ketika padanya yang jauh di mata. "Memintalah padaNya, seharusnya kamu lebih paham" kata ibu singkat. "berjuanglah.."

Lalu perjalanan takdir membawanya kembali ke Singapura, setelah sempat berikhtiar penuh mengikhlaskan Jakarta sebagai tujuan berikutnya. Belantara beton yang saat itu begitu menakutkan di kepala. Ratusan malam berlalu tanpa perempuan itu sadari bahwa setiap malam do'a do'a bunda begitu larut dalam kesabaran yang berlipat ganda.

episode pendewasaan

Suatu siang terasa begitu penuh semangat kala perempuan itu menghabiskan detik demi detik ber-brainstorming bersama seorang brother di seberang benua sana.
Tentang kontribusi buat ummat, pencerdasan di bidang IT, islamic enterpreneur, dst dst. Seorang brother yang sepengetahuannya begitu patuh dan tunduk pada seorang wanita bernama ibu. Bahkan pada konteks yang kadang2 membuatnya mengerutkan kening. Misal, masalah suku dalam memilih calon istri, dst dst. Namun pada hakikatnya tak mengapa. Sepanjang apa yg diperintahkan itu tak menyuruh kita kepada maksiat, syirik dan pelanggaran. Dan memanglah akhir yang sangat baik yang dipahaminya dari kisah tentang brother. Sang calon istri begitu sesuai dengan kriteria (perempuan itu lebih suka menyebutnya do'a) ibundanya. Bagus agamanya. Indah akhlaknya.

"Akhir yang sangat indah" perempuan berujar di sela sela pembicaraan.
"Mungkin berkat do'a ibu" jawab brother. "Karena itu selalulah berdiskusi dan minta restu ibu dalam apapun perbuatan" nasehatnya singkat.

Do'a ibu. Ridho ibu. Ya... ternyata benarlah indah adanya do'a do'a yang selama ini kita pintakan padaNya...
Yaa Rabb, kami mengharap ridhoMu... dan juga ridho orang tua kami...

Begitu istimewanya kedudukan orang tua dalam agama kita. Mudah2an jiwa jiwa kita tak pernah lupa untuk selalu berusaha menyalakan binar binar kebahagian di mata mereka. Pengukir jiwa raga kita.

Yakinlah, tak ada do'a yang tulus yang tak dikabulkanNya. Mungkin cuma caranya saja yang berbeda. Atau waktunya saja yang ditunda. Dan jawaban dari do'a do'a kita tidaklah musti "iya", namun adalah apa apa yang terbaik menurut ilmuNya...

Yaa Rabb, jikapun terasa belum Engkau kabulkan apa2 yg kami pinta saat ini. Kami percaya, akan datang jawabanMu dengan cara yang berbeda. Atau masalah waktu saja yang tertunda. Atau ada jawaban yang lebih indah yang mungkin belum bisa kami tebak skenarionya.

...apakah do'a bunda buat KITA hari ini?
...yang tak kalah pentingnya
...apakah kita juga selalu mengingat dan mendoakannya? ...kalau belum, mari renungkan sama sama...
...sungguh merugi jika kita tidak sempat banyak berbakti kala orang tua kita masih di dunia 

Minggu, 19 Juni 2005

...Buku: AtLas of tHe Qur'an...

Mungkin kita sering baca2 buku tentang sejarah2 dunia islam, tokoh tokoh yang terlibat di dalamnya ataupun tempat tempat penting yang menjadi settingnya. Namun belum ada satupun yang mendokumentasikannya beserta peta yang memuat dengan jelas 'places, nation and landmarks'nya. Padahal jika itu diikut sertakan tentunya akan memperkuat pengetahuan teoritis yang diperoleh pembaca.

Di awal tahun 1990, Dr Shauqi Abu Khalil tergerak untuk memulai project penulisan buku Atlas of the Qur'an ketika melihat peta Peninsula Arab dan melihat titik kecil bertuliskan "the grave of prophet Hud". Saat itu beliau mulai menyadari perlahan-lahan. Apakah ketika muslim mempelajari tentang suatu peristiwa, tokoh atau tempat tertentu dalam Qur'an ataupun hadist shohih mereka benar2 mengetahui dimana semua kejadian2 itu berlangsung dan bagaimana kaitannya secara geografis dgn tempat2 lainnya.

Bukankah kita akan lebih bisa meng'appreciate' ilmu yg kita dapat jika dilengkapi dengan penggambaran secara fisikal?. Bagi saya buku ini sangat menarik. Sebagai seorang yang suka sejarah (sekadar suka namun tidak punya memori yang bagus untuk menghafal) namun sangat payah dalam ilmu geography (coba deh tuker2in kota2 di sulawesi ama kalimantan, aku ga bakal tahu ^_^) buku ini bagiku sangat sangatlah menarik. Setiap cerita2 dari Qur'an dilengkapi dengan petanya sehingga lebih mudah untuk dipahami, diingat dan di appreciate (untuk kata ini belum nemu padanan yg tepat).

Sangat disarankan untuk dimiliki, namun harganya cukup mahal dan belum ada yg jual di daerah sini. Kemaren itu ustadz bawain langsung dari Riyadh karena kebetulan abis umrah. Kapan2 covernya aku taruh di sini insyaALLAH. 

Rabu, 15 Juni 2005

wafatnya ustadz Rahmat Abdullah

Turut berduka cita atas wafatnya ustadz Rahmat Abdullah
penulis buku "Untukmu Kader Dakwah"
bener gak sih? correct me if i'm wrong... maklum, gak gaul

Aku baru sekali ngeliat ustadz, itupun dari jauh
waktu dateng ke acara miladnya izzatul islam di Jakarta, awal January tahun ini bareng ibu kebagusan raya.
Waktu itu beliau di panggung bareng imam masjid Al Aqsa

Jutaan do'a untuk ustadz.
Semoga Alloh menempatkan ustadz dalam tempat terbaik.
lepas jiwa terbang mengangkasa
cita kita tetap satu jua **Izis lyric

Merendahlah,
engkau kan seperti bintang-gemintang
Berkilau di pandang orang
Diatas riak air dan sang bintang nun jauh tinggi
Janganlah seperti asap
Yang mengangkat diri tinggi di langit
Padahal dirinya rendah-hina

(Rahmat Abdullah) 

Senin, 13 Juni 2005

Lukisan Bulan?

Di tanganku belum ada lukisan bulan
Hanyalah lukisan matahari senja...
semoga tetap teguh hatimu... 

//kapan engkau akan hilang?

Sabtu, 11 Juni 2005

...Qur'an translation dan tips menghafal Qur'an..

Hasil searching berikut, insyaAllah bermanfaat:

The Holy Qur'an : http://www.sacred-texts.com/isl/quran/
keterangan: Quran translation, ada arabic, lafal dan english translationnya. So far menurutku ini yg paling user friendly

Tips menghafal Qur'an:

1. Engkau wajib meluruskan niat dan mengamalkan apa yang telah diajarkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala kepadamu.
Dia berfirman. “Artinya : Dan bertaqwalah kepada Allah ; Allah mengajarimu” [Al-Baqarah : 282]

2. Engkau wajib memperbanyak membaca (Al-Qur’an).
Mantapkan hafalanmu (yang sudah ada), jangan pindah dari satu ayat ke ayat lain, dari satu surat ke surat lain, kecuali setelah engkau memantapkan hafalan yang sebelumnya dan terpancang dalam ingatanmu

point [1], [2] dari Arully's blog: http://blog.ar.or.id/no/2005-04-25/tips-menghapal-quran/

3. Al-Qamar ayat 17:
And We have indeed made the Qur'an easy to understand and remember: then is there any that will receive admonition?

4. Mengakrabkan diri dengan Qur'an dan menjadikannya sahabat karib. Serta membuat diri familiar dengan kata kata di dalamnya. Kalau bisa mengikuti pelajaran bahasa arab.

5. Jika ada waktu waktu kosong yang sedikit, lebih baik diisi dengan mengingat2 hapalan daripada ketiduran atau terserobok pemandangan2 yang tidak halal. Misal: Di bus, di kereta.

6. Membawa bawa Qur'an terjemahan yang kecil kemanapun

7. Menetapkan target dan berusaha mencapainya

8. Sebaiknya berguru kepada al hafidz atau di pusat tahfidz Qur'an, supaya sekalian bisa membenarkan bacaan

ada tambahan?